أعوذ بالله من الشيطن الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم .لا إله إلاَّ الله .محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين . الصلاة و السلام على رسو ل الله .اما بعد
Banyak mungkin saudara saudari yg berpikiran jika situs ini jarang update artikel, ini disebabkan kami lebih mengutamakan mengetik ebook, membuat film dsb. Karena dengan Ebook / audio / film yg di download maka otomatis file tersebut dapat dibaca secara offline, tidak perlu online, dan yg lebih utama adalah penyebarannya akan lebih cepat karena biasanya dikopikan antara hardisk, flashdisk, disimpan di internet cafe / tempat umum atau copy link ke situs, blog, email, fb / media sosial lainnya.
Maka dari itu, perhatikanlah apa update download di situs ini, jangan terlalu diperhatikan artikel postingnya. Dan apa yang kami tulis disini hanyalah sebagian kecil dari ebook yang kami ketik sendiri berjudul:
Kami tidak dapat cantumkan semua karena posting di situs ini hanya dibatasi sekitar 15.000 huruf saja. Dari itu kami anjurkan kepada saudara-saudariku semua diseluruh pelosok negeri untuk memiliki file aslinya DI SINI secara GRATIS, FREE, CUMA-CUMA.
Cukup 1x klik maka file akan langsung di download, tanpa menunggu, tanpa memasukkan kode verifikasi, kecepatan maksimum (tergantung kecepatan internet/modem anda), dan lain sebagainya yang kami buat demi kenyamanan ummat.
Dan berikut adalah SEBAGIAN KECIL dari ebook tersebut.
SEKS, KECABULAN DAN KEMESUMAN
I. Pornografi Alkitab
“Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. Ia birahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. ” (Yehezkiel 23:19-20)
“Engkau mrnginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu. ” (Yehezkiel 23:21)
Penjelasan
Cerita dua pelacur perempuan bersaudara, Ahola dan Aholiba memberi suatu pelajaran moral untuk dosa daging. Tetapi kenapa Tuhan harus menguraikan petualangan mereka dengan detil-detil pornografis seperti itu? Apakah Tuhan menyukai pornografi?
Apa orangtua menginginkan anak-anak mereka membaca ayat 20 tentang perbandingan ukuran penis laki-laki dengan alat kelamin keledai dan zakarnya, dan mani yang mengalir dari zakar kuda?
Seperti yang mungkin dipercaya oleh semua orangtua dewasa maupun yang religtius, gambaran-gambaran yang penuh gairah nafsu tersebut, jika dipetik dari sumber-sumber sekuler, akan merusak anak-anak mereka, kalau mereka benar-benar telah membacanya. Tidakkah juga bisa merusak anak-anak jika cerita-cerita cabul seperti itu dibaca dari Alkitab?
2. Siapa Isteri Kain?Banyak mungkin saudara saudari yg berpikiran jika situs ini jarang update artikel, ini disebabkan kami lebih mengutamakan mengetik ebook, membuat film dsb. Karena dengan Ebook / audio / film yg di download maka otomatis file tersebut dapat dibaca secara offline, tidak perlu online, dan yg lebih utama adalah penyebarannya akan lebih cepat karena biasanya dikopikan antara hardisk, flashdisk, disimpan di internet cafe / tempat umum atau copy link ke situs, blog, email, fb / media sosial lainnya.
Maka dari itu, perhatikanlah apa update download di situs ini, jangan terlalu diperhatikan artikel postingnya. Dan apa yang kami tulis disini hanyalah sebagian kecil dari ebook yang kami ketik sendiri berjudul:
Kami tidak dapat cantumkan semua karena posting di situs ini hanya dibatasi sekitar 15.000 huruf saja. Dari itu kami anjurkan kepada saudara-saudariku semua diseluruh pelosok negeri untuk memiliki file aslinya DI SINI secara GRATIS, FREE, CUMA-CUMA.
Cukup 1x klik maka file akan langsung di download, tanpa menunggu, tanpa memasukkan kode verifikasi, kecepatan maksimum (tergantung kecepatan internet/modem anda), dan lain sebagainya yang kami buat demi kenyamanan ummat.
Dan berikut adalah SEBAGIAN KECIL dari ebook tersebut.
SEKS, KECABULAN DAN KEMESUMAN
I. Pornografi Alkitab
“Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. Ia birahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. ” (Yehezkiel 23:19-20)
“Engkau mrnginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu. ” (Yehezkiel 23:21)
Penjelasan
Cerita dua pelacur perempuan bersaudara, Ahola dan Aholiba memberi suatu pelajaran moral untuk dosa daging. Tetapi kenapa Tuhan harus menguraikan petualangan mereka dengan detil-detil pornografis seperti itu? Apakah Tuhan menyukai pornografi?
Apa orangtua menginginkan anak-anak mereka membaca ayat 20 tentang perbandingan ukuran penis laki-laki dengan alat kelamin keledai dan zakarnya, dan mani yang mengalir dari zakar kuda?
Seperti yang mungkin dipercaya oleh semua orangtua dewasa maupun yang religtius, gambaran-gambaran yang penuh gairah nafsu tersebut, jika dipetik dari sumber-sumber sekuler, akan merusak anak-anak mereka, kalau mereka benar-benar telah membacanya. Tidakkah juga bisa merusak anak-anak jika cerita-cerita cabul seperti itu dibaca dari Alkitab?
“Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Herokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Herokh, menurut nama anaknya. ” (Kejadian 4:17)
Penjelasan
Siapa isteri Kain? Pada waktu itu di bumi hanya ada Adam dan Hawa, Kain dan Habil. Satu-satunya kemungkinan adalah kalau bukan karena ada kelalaian dari Alkitab, berarti ibunya Hawa yang bertindak sebagai isterinya. Kemungkinan yang kedua adalah adanya incest (hubungan seks antar-saudara).
Setelah Kain membunuh saudaranya,Tuhan melindunginya dengan pengaturan “sebuah tanda untuk Kain, barang siapa yang akan bertemu dengannya, tentulah akan membunuhnya” (ayat 14 KJV). Anggapan bumi saat itu diduga hanya berisa keluarga Adam, lalu siapa yang membunuhnya? Dan tanda seperti apa yang bisa melindungi Kain? Sari kemustahilan cerita ini, mestinya tidak mengejutkan mengapa seseorang akan menafsirkannya sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Tentu saja kepercayaan umum bahwa “tanda Kain” berarti kulit hitam dari ras “orang negro”.
3. Daud Menelanjangi Dirinya
“Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod* dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya. ” (II Samuel 6:14-16)
“Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya! " (II Samuel 6:20)
* “efod” menggambarkan sebuah jubah sulaman yang kelihatannya mirip dengan gaun perempuan
Penjelasan
Bayangkan Raja Daud menari dan meloncat-loncat sekuat tenaganya dengan menyingkapkan auratnya sendiri kepada kerumunan orang.
Isteri Daud, akhirnya, berucap, “Bagaimana bisa Raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya! ”
4. Hukuman Mati Bagi Para Pezina
“Bila seorang laki-laki berzina dengan isteri orang lain, yakni berzina dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzina itu. Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. ” (Imamat 20:10-11)
Penjelasan
Beberapa orang Kristen sekarang ini mengangggapkematian sebagai suatu hukuman bagi tindak perzinaan; tidak diragukan sebab banyak sekali umat Kristen sendiri yang melakukan hubungan seksual dengan pasangan orang lain.
Bagaimanapun, yang patut diperhatikan,dengan bertambahnya jumlah kalangan fundamentalis yang heteroseksual mereka sudah mulai menuntut hukuman mati untuk kaum homoseks karena kitab Imamat 20:13 menyerukan hukuman mati kepada laki-laki yang tidur dengan laki-laki (homoseksualitas).
5. Drug dan Zat Perangsang Nafsu Birahi
“Mari kita ke padang, kekasihku, dan bermalam di ladang di tengah-tengah bunga pacar. Mari kita pagi-pagi ke kebun, dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, dan bunganya sudah mekar; apakah pohon delima sudah berbunga. Di sana akan kuberi cintaku kepadamu. Pohon arak harum semerbak baunya, di dekat pintu kita ada buah-buahan lezat, yang sudah lama dipetik dan yang baru; itu kusimpan bagimu, kekasihku. ” (Kidung Agung 7:11-13)
Penjelasan
Puisi dalam Kidung Agung Salomo memberi kesaksian skriptural untuk cinta, seks dan kemolekan tubuh perempuan, sesuatu yang jarang dan umumnya menjadi bagian Alkitab yang diabaikan oleh kebanyakan fundamentalis Kristen.
Pohon arak (mandrake ) yang disebutkan di sini menggambarkan sebuah ramuan di daerah Mediterania dari marga tanaman yang beracun. Sampai hari ini di Timur Tengah, orang-orang mempercayainya dapat menyembuhkan impotensi pada laki-laki dan berfungsi sebagai suatu zat kuat yang membangkitkan hasrat birahi. Bahkan akar tanaman itu mempunyai penampilan yang jelas seperti kelamin laki-laki. Dokter zaman dulu, Galen, menulis bahwa buah delima mempunyai unsure-unsur yanf menghambat kesuburan. Banyak perempuan-perempuan di masa-masa lampau mempergunakan buah delima, (seperti halnya tumbuh-tumbuhan yang lain) untuk membatasi kelahiran, dengan sedikit campur tangan dari tokoh-tokoh politik atau agama. Kajian-kajian pada tahun 1930-an menunjukkan bahwa buah delima mengurangi kesuburan pada binatang-binatang laboran, sebagaimana fungsi banyak pil-pil kontrasepsi di masa modern. *
* Archaeology, Maret/April 1994. Lihat juga Kejadian 30:14, “Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu.
6. Makanlah Kotoran Manusia!
“Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka. Selanjutnya TUHAN berfirman: “Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana. ” (Yehezkiel 4:12-13)
Penjelasan
Berapa banyak umat Kristen yang baik hari ini menyadari, bahwa Tuhan mereka mempunyai kecenderungan-kecendungan yang jorok?
Kita heran pada nilai apa, perihal gizi atau moral apa, yang ditawarkan kepada orang-orang untuk makan tinja manusia dengan roti mereka, sebagaimana yang diperintahkan Tuhan. Perhatikan, Tuhan disini juga telah memerintahkan untuk melihat tontonan tinja yang segera keluar dari manusia. Berapa banyak umat Kristen san Yahudi menyadari, bahwa nereka menyembah Tuhan yang jorok?
7. Makanlah Tahi dan Minum Air Kencing!
“Tetapi juru minuman agung berkata kepada mereka: “Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memkan tahinya dan meminim air kencingnya bersama-sama dengan kamu? ” (II Raja-Raja 18:27)
Penjelasan
Apapun pelajaran moral yang mungkin bisa diperoleh orang dewasa dari ayat yang meragukan seperti itu,seseorang hanya bisa heran. Berapa banyak orang tua yang menyadari bahwa anak-anak mereka, yang kebetulan menemui bagian ayat dekil itu, bisa mendapatkan pesan yang salah?
Penyebutan apapun untuk makan tahi dan meminum air seni di dalam tulisan orang sekuler manapun akan dianggap sakit dan cabul oleh orang Kristen yang shaleh. Lalu mengapa hal itu tidak mendapat anggapan yang sama jika ditemukan di dalam Alkitab? Bisakah kita mempertanyakan apa nilai artistik atau sosial yang terdapat dalam ayat ini?
Perhatikan,kata “air kencing” tetap merupakan salah satu kata vulgar yang patut disensor oleh industri televisi publik. Kalau umat Kristen ingin menyensor bahasa seperti itu dari sumber-sumber sekuler, semestinya mereka sendiri tampil sebagai teladan dengan menyensor ayat-ayat yang cabul dari Alkitab mereka sendiri. *
* Lihat juga Yesaya 36:12
8. Rebuslah dan Makan Anak Laki-lakimu !
“Kemudian bertanyalah raja kepadanya: “Ada apa? ” Jawab perempuan itu: “Perempuan ini berkata kepadaku: Berilah anakmu laki-laki, supaya kita makan dia pada hari ini, dan besok akan kita makan anakku laki-laki. Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya. ”…. ” (II Raja-Raja 6:28-29)
Penjelasan
Menurut Alkitab, suatu kelaparan yang mengerikan terjadi di Samaria dimana dalam keadaan putus asa, orang-orang makan apapun juga yang bisa mereka dapatkan. Memekan seorang putra secara kanibalistik bisa mereka dapatkan. Memakan seorang putra secara kanibalistik bisa jadi memberi gizi yang cukup bagi seorang ibu, namun hal itu tidak cocok dengan sifat manusia untuk menjelaskan apakah anak itu sudah meninggal atau apakah orang tuanya bebas membunuhnya untuk keperluan makanan, contoh yang sera mini berlawanan dengan sifat manusia.
Jauh sebelum adanya Alkitab atau bahasa tulisan, manusia telah berkembang sebagai binatang sosial yang perlu melindungi keturunan mereka. Hanya tuntutan dogmatis dari sistem kepercayaan yang bisa menggantikan naluri-anluri alami manusia. Pembaca-pembaca Alkitab yang mungkin suatu hari mengalami kelaparan hebat diharapkan jangan sampai menumbangkan naluri alami mereka untuk mengikuti contoh yang mengerikan di dalam Kitab Suci tersebut. Saya sarankan apabila anda tidak bisa mengendalikan kepercayaan Anda untuk memakan anak-anak Anda, korbankan pendeta Anda dan makanlah dia sebagai gantinya; cara yang Anda memperoleh itu jauh lebih memberi protein kepadamu dan anak-anakmu, dan ketika Anda berdoa, Anda akan mempunyai seseorang yang benar-benar berterima kasih atas makanan yang Anda berikan.
9. Perlihatkan Buah Dadanya!
“Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, demikian firman TUHAN semesta alam; Aku akan mengangkat ujung kainmu sampai ke mukamu dan akan memperlihatkan auratmu kepada bangsa-bangsa dan kemaluanmu kepada kerajaan-kerajaan. Aku akan melemparkan barang keji ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. ” (Nahum 3:5-6)
Penjelasan
Sebagian orang mengira ayat-ayat ini menggambarkan seorang penyair yang cerdas. Jika menilai seperti demikian, hal itu hanya berasal dari semangat dan ketajamannya. Tetapi ayat itu juga menggambarkan ketidaksopanan dan kebencian, bahkan bermaksud menentang persundalan di kota Nineveh.
Beberapa sarjana hari ini percaya, bahwa ayat tersebut dikutip langsung dari Tuhan. Tetapi seorang fundamentalis yang percaya kepada tiap-tiap kata dari Alkitab, harus pula menerima kata-kata ini sebagai firman Tuhan. Jika demikian, lalu bagaimana mungkin seseorang tidak bisa melihat Tuhan dalam cahaya carut yang kejam?
“Barang keji” di sini mengacu pada tahi hewan. (Lihat juga Maleakhi 2:3 dimana Tuhan berfirman “Aku …akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu)
10. Orgasme yang Terputus
“Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN maka TUHAN membunuh dia. Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu. ”Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. ” (Kejadian 38:7-10)
Penjelasan
Istilah “onani” dari nama Onan, mengalami perubahan makna menjadi masturbasi yang dihakimi serupa buruknya dengan sodomi, suatu pengertian yang jauh dari penggunaan aslinya.
Berbagai kamus mendefinisikan onani sebagai “masturbasi” kaum laki-laki” atau “persenggamaan yang terputus”. Menurut penafsiran Alkitab, Onan mengangkat penisnya dari liang vagina partnernya [Tamar, isteri kakaknya] sebelum dia mengalami ejakulasi agar air maninya jatuh ke tanah. Tuhan sangat murka dengan perbuatan Onan menumpahkan spermanya keluar ini dan Dia membunuhnya! Onani juga telah menerima suatu definisi lain dengan “pencemaran diri” yang telah menyebabkan kesengsaraan sepanjang abad. Tuhan membunuh Onan, bukan karena akan menghamili isteri kakaknya –dengan begitu bisa memperpanjang garis keturunannya, melainkan lebih disebabkan Onan memilih untuk menyela persenggamaannya sebelum dia bisa menghamili Tamar. Onan mempunyai suatu alasan logis untuk berbuat demikian, salah seorang dari mereka yang mengikuti Hukum Yahudi di masa lampau. Pada masa-masa Alkitab seorang anak yang dilahirkan oleh isteri anak sulung yang sudah meninggal tidak dapat mewarisi -dan jika isterinya tidak mempunyai anak, kerabat pasangannya yang sudah meninggal menjadi sang bapak- kekuasaan akhirnya diberikan kepada anak yang kedua. Onan bersikeras untuk menghilangkan tujuan besar itu sekalipun dia mentaati perintah bapaknya. Onan telah diminta bapaknya untuk menikahi isteri saudaranya, dengan begitu mengalihkan harta milik isteri kakaknya kepadanya, dia tentu tidak diragukan akan melakukannya. Kemudian akan menghasilkan anak darinya, secara fisikal dan juga secara legal.
Sebagi gantinya dikenalilah persenggamaan terputus yang jarang dilakukan dalam berhubungan seks, hal itu dipahami sebagai bentuk apapun dari perangsangan-diri yang menghasilkan orgasme, dan perbutan yang sifatnya lain sepenuhnya. Onani kemudian berarti suatu perbuatan dosa berupa masturbasi! Hal ini menghasilkan suatu kesan umum yang buruk tentang masturbasi sekalipun dalam kepercayaan-kepercayaan sekuler. Banyak orang tua, misalnya, berkata kepada anaknya untuk tidak melakukan masturbasi karena takut mengakibatkan kebutaan.
11. Pembuangan Tahi
“Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajad, haruslah engkau menggali lobang dengan itu dan menimbuni kotoranmu. Sebab TUHAN Allahmu, berjalan dari tengah-tengah perkemahanmu untuk melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu haruslah perkemahanmu itu kudus, supaya janganlah Ia melihat sesuatu yang tidak senonoh di antaramu, lalu berbalik dari padamu. ” (Ulangan 23:13-14)
Penjelasan
Ayat-ayat tersebut menuntut kita untuk mempercayai,bahwa Tuhan mempunyai perhatian kepada pembuangan tahi yang sembarangan di luar perkemahan militer karena Tuhan secara pribadi ingin berjalan-jalan ke dalam perkemahan. Sungguh demikian? !
12. Tuhan Memberikan Borok-borok
“TUHAN akan menghajar engkau dengan barah Mesir, dengan borok, dengan kedal dan kudis, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh. ”
(Ulangan 28:27)
“Tangan TUHAN menekan orang-orang Asdod itu dengan berat dan Ia membingungkan mereka;Ia menghajar mereka dengan borok-borok, baik Asdod maupun daerahnya. ” (I Samuel 5:6)
“Tetapi setelah mereka memindahkannya, maka tangan TUHAN mendatangkan kegemparan yang sangat besar atas kota itu;Ia menghajar orang-orang kota itu, anak-anak dan orang dewasa, sehingga timbul borok-borok pada mereka. ” (I Samuel 5:9)
Penjelasan
Ketika orang Israel suka menentang rencana Tuhan, Ia mengancam mereka dengan sejenis wabah: “borok” atau diistilahkan sekarang ini dengan “wasir”.
Tidak mengherankan mengapa sangat banyak orang ateis menganggap Tuhan sebagai suatu penyakit pada keledai. Akan tetapi, umat Kristen dan Yahudi mengembangkan wasir pula. Jika Anda sudah mengembangkan wasir, maka Anda dapat mempercayai Alkitab yang di dalamnya Tuhan menganggap Anda musuh.
13. Penyakit Usus Besar dari Tuhan
“TUHAN akan mendatangkan tulah besar atas rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua harta milikmu. Dan engkau sendiri akan menderita penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, hingga selang beberapa waktu ususmu keluar oleh karena penyakit itu. ” (II Tawarikh 21:14-15)
“Setelah semuanya ini TUHAN meludahinya dengan penyakit usus yang tidak dapat sembuh. Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat, rakyatnya tidak api menyalakan seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. ” (II Tawarikh 21:18-19)
Penjelasan
Di antara banyak kejadian dalam Alkitab di mana Tuhan menghantam atau mendatangkan tulah, tidak hanya kepada orang laki-laki,tetapi semua orang termasuk kaum perempuan dan anak-anak.
Mengapa Tuhan memperlihatkan diri-Nya sendiri dengan memberi suatu penyakit usus yang kejam yang tak dapat disembuhkan di mana isi perut orang yang terkena penyakit itu tumpah ke luar dari perutnya,melampui kesopanan dan pengertian manusia.
14. Jimat Kotoran Tuhan
“Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk, dan Aku telah membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan. Sesungguhnya, Aku akan mematahkan kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu. ” (Maleakhi 2:2-3)
Penjelasan
Yang mengejutkan Tuhan kelihatannya mempunyai suatu jimat kotoran. Perintah yang di beritahukan oleh Tuhan kepada para pendeta ini memberi contoh dari ancaman setani tentang kutukan yang Dia lihat menyenangkan. Apa yang sebaiknya dipikirkan seseorang tentang Tuhan yang melemparkan tahi ke wajah makhluk-Nya? Ketidak-sopanan seperti ini susah dapat memberi contoh yang baik akan akhlak yang luhur.
15. Telanjang dengan Meraung dan Meratap
“Karena inilah aku hendak berkeluh kesah dan meratap, hendak berjalan dengan tidak berkasut dan telanjang, hendak melolong seperti serigala dan meraung seperti burung unta. ” (Mikha 1:8)
Penjelasan
Nabi-nabi kecil merasa dipengaruhi Yesaya dan kata-kata Mikha ini menunjukkan bahwa ia akan meniru tindakan bertelanjang Yesaya sebagai suatu bukti untuk nubuatnya.
Bayangkan di dalam pikiran Anda seorang laki-laki religius melepaskan pakaiannya dan lari berputar-putar dengan keadaan telanjang dan bernubuat di muka unum, meratap dan melolong sekuat-kuatnya. Tidak diragukan lagi polisi akan menangkapnya, sementara itu warga masyarakat menatapnya dengan kebingungan. Hal ini hanya memperlihatkan betapa jauhnya kita sudah merendahkan diri kita sendiri dan merendahkan tubuh kita sebagai hal yang memalukan. (Lihat Yesaya 20:2-4)
