Friday, April 26, 2013

The Dark Bible

أعوذ بالله من الشيطن الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم .لا إله إلاَّ الله .محمد رسو ل الله الحمد لله رب العا لمين . الصلاة و السلام على رسو ل الله .اما بعد

Banyak mungkin saudara saudari yg berpikiran jika situs ini jarang update artikel, ini disebabkan kami lebih mengutamakan mengetik ebook, membuat film dsb. Karena dengan Ebook / audio / film yg di download maka otomatis file tersebut dapat dibaca secara offline, tidak perlu online, dan yg lebih utama adalah penyebarannya akan lebih cepat karena biasanya dikopikan antara hardisk, flashdisk, disimpan di internet cafe / tempat umum atau copy link ke situs, blog, email, fb / media sosial lainnya.

Maka dari itu, perhatikanlah apa update download di situs ini, jangan terlalu diperhatikan artikel postingnya. Dan apa yang kami tulis disini hanyalah sebagian kecil dari ebook yang kami ketik sendiri berjudul:

Kami tidak dapat cantumkan semua karena posting di situs ini hanya dibatasi sekitar 15.000 huruf saja. Dari itu kami anjurkan kepada saudara-saudariku semua diseluruh pelosok negeri untuk memiliki file aslinya DI SINI secara GRATIS, FREE, CUMA-CUMA.

Cukup 1x klik maka file akan langsung di download, tanpa menunggu, tanpa memasukkan kode verifikasi, kecepatan maksimum (tergantung kecepatan internet/modem anda), dan lain sebagainya yang kami buat demi kenyamanan ummat.

Dan berikut adalah SEBAGIAN KECIL dari ebook tersebut.

SEKS, KECABULAN DAN KEMESUMAN

I. Pornografi Alkitab

“Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. Ia birahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. ” (Yehezkiel 23:19-20)

“Engkau mrnginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu. ” (Yehezkiel 23:21)

Penjelasan

Cerita dua pelacur perempuan bersaudara, Ahola dan Aholiba memberi suatu pelajaran moral untuk dosa daging. Tetapi kenapa Tuhan harus menguraikan petualangan mereka dengan detil-detil pornografis seperti itu? Apakah Tuhan menyukai pornografi?

Apa orangtua menginginkan anak-anak mereka membaca ayat 20 tentang perbandingan ukuran penis laki-laki dengan alat kelamin keledai dan zakarnya, dan mani yang mengalir dari zakar kuda?

Seperti yang mungkin dipercaya oleh semua orangtua dewasa maupun yang religtius, gambaran-gambaran yang penuh gairah nafsu tersebut, jika dipetik dari sumber-sumber sekuler, akan merusak anak-anak mereka, kalau mereka benar-benar telah membacanya. Tidakkah juga bisa merusak anak-anak jika cerita-cerita cabul seperti itu dibaca dari Alkitab?

2. Siapa Isteri Kain?

“Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Herokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Herokh, menurut nama anaknya. ” (Kejadian 4:17)

Penjelasan

Siapa isteri Kain? Pada waktu itu di bumi hanya ada Adam dan Hawa, Kain dan Habil. Satu-satunya kemungkinan adalah kalau bukan karena ada kelalaian dari Alkitab, berarti ibunya Hawa yang bertindak sebagai isterinya. Kemungkinan yang kedua adalah adanya incest (hubungan seks antar-saudara).

Setelah Kain membunuh saudaranya,Tuhan melindunginya dengan pengaturan “sebuah tanda untuk Kain, barang siapa yang akan bertemu dengannya, tentulah akan membunuhnya” (ayat 14 KJV). Anggapan bumi saat itu diduga hanya berisa keluarga Adam, lalu siapa yang membunuhnya? Dan tanda seperti apa yang bisa melindungi Kain? Sari kemustahilan cerita ini, mestinya tidak mengejutkan mengapa seseorang akan menafsirkannya sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Tentu saja kepercayaan umum bahwa “tanda Kain” berarti kulit hitam dari ras “orang negro”.

3. Daud Menelanjangi Dirinya

“Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod* dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya. ” (II Samuel 6:14-16)

“Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya! " (II Samuel 6:20)

* “efod” menggambarkan sebuah jubah sulaman yang kelihatannya mirip dengan gaun perempuan

Penjelasan

Bayangkan Raja Daud menari dan meloncat-loncat sekuat tenaganya dengan menyingkapkan auratnya sendiri kepada kerumunan orang.

Isteri Daud, akhirnya, berucap, “Bagaimana bisa Raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya! ”

4. Hukuman Mati Bagi Para Pezina

“Bila seorang laki-laki berzina dengan isteri orang lain, yakni berzina dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzina itu. Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. ” (Imamat 20:10-11)

Penjelasan

Beberapa orang Kristen sekarang ini mengangggapkematian sebagai suatu hukuman bagi tindak perzinaan; tidak diragukan sebab banyak sekali umat Kristen sendiri yang melakukan hubungan seksual dengan pasangan orang lain.

Bagaimanapun, yang patut diperhatikan,dengan bertambahnya jumlah kalangan fundamentalis yang heteroseksual mereka sudah mulai menuntut hukuman mati untuk kaum homoseks karena kitab Imamat 20:13 menyerukan hukuman mati kepada laki-laki yang tidur dengan laki-laki (homoseksualitas).

5. Drug dan Zat Perangsang Nafsu Birahi

“Mari kita ke padang, kekasihku, dan bermalam di ladang di tengah-tengah bunga pacar. Mari kita pagi-pagi ke kebun, dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, dan bunganya sudah mekar; apakah pohon delima sudah berbunga. Di sana akan kuberi cintaku kepadamu. Pohon arak harum semerbak baunya, di dekat pintu kita ada buah-buahan lezat, yang sudah lama dipetik dan yang baru; itu kusimpan bagimu, kekasihku. ” (Kidung Agung 7:11-13)

Penjelasan

Puisi dalam Kidung Agung Salomo memberi kesaksian skriptural untuk cinta, seks dan kemolekan tubuh perempuan, sesuatu yang jarang dan umumnya menjadi bagian Alkitab yang diabaikan oleh kebanyakan fundamentalis Kristen.

Pohon arak (mandrake ) yang disebutkan di sini menggambarkan sebuah ramuan di daerah Mediterania dari marga tanaman yang beracun. Sampai hari ini di Timur Tengah, orang-orang mempercayainya dapat menyembuhkan impotensi pada laki-laki dan berfungsi sebagai suatu zat kuat yang membangkitkan hasrat birahi. Bahkan akar tanaman itu mempunyai penampilan yang jelas seperti kelamin laki-laki. Dokter zaman dulu, Galen, menulis bahwa buah delima mempunyai unsure-unsur yanf menghambat kesuburan. Banyak perempuan-perempuan di masa-masa lampau mempergunakan buah delima, (seperti halnya tumbuh-tumbuhan yang lain) untuk membatasi kelahiran, dengan sedikit campur tangan dari tokoh-tokoh politik atau agama. Kajian-kajian pada tahun 1930-an menunjukkan bahwa buah delima mengurangi kesuburan pada binatang-binatang laboran, sebagaimana fungsi banyak pil-pil kontrasepsi di masa modern. *

* Archaeology, Maret/April 1994. Lihat juga Kejadian 30:14, “Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu.

6. Makanlah Kotoran Manusia!

“Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka. Selanjutnya TUHAN berfirman: “Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana. ” (Yehezkiel 4:12-13)

Penjelasan

Berapa banyak umat Kristen yang baik hari ini menyadari, bahwa Tuhan mereka mempunyai kecenderungan-kecendungan yang jorok?

Kita heran pada nilai apa, perihal gizi atau moral apa, yang ditawarkan kepada orang-orang untuk makan tinja manusia dengan roti mereka, sebagaimana yang diperintahkan Tuhan. Perhatikan, Tuhan disini juga telah memerintahkan untuk melihat tontonan tinja yang segera keluar dari manusia. Berapa banyak umat Kristen san Yahudi menyadari, bahwa nereka menyembah Tuhan yang jorok?

7. Makanlah Tahi dan Minum Air Kencing!

“Tetapi juru minuman agung berkata kepada mereka: “Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memkan tahinya dan meminim air kencingnya bersama-sama dengan kamu? ” (II Raja-Raja 18:27)

Penjelasan

Apapun pelajaran moral yang mungkin bisa diperoleh orang dewasa dari ayat yang meragukan seperti itu,seseorang hanya bisa heran. Berapa banyak orang tua yang menyadari bahwa anak-anak mereka, yang kebetulan menemui bagian ayat dekil itu, bisa mendapatkan pesan yang salah?

Penyebutan apapun untuk makan tahi dan meminum air seni di dalam tulisan orang sekuler manapun akan dianggap sakit dan cabul oleh orang Kristen yang shaleh. Lalu mengapa hal itu tidak mendapat anggapan yang sama jika ditemukan di dalam Alkitab? Bisakah kita mempertanyakan apa nilai artistik atau sosial yang terdapat dalam ayat ini?

Perhatikan,kata “air kencing” tetap merupakan salah satu kata vulgar yang patut disensor oleh industri televisi publik. Kalau umat Kristen ingin menyensor bahasa seperti itu dari sumber-sumber sekuler, semestinya mereka sendiri tampil sebagai teladan dengan menyensor ayat-ayat yang cabul dari Alkitab mereka sendiri. *

* Lihat juga Yesaya 36:12

8. Rebuslah dan Makan Anak Laki-lakimu !

“Kemudian bertanyalah raja kepadanya: “Ada apa? ” Jawab perempuan itu: “Perempuan ini berkata kepadaku: Berilah anakmu laki-laki, supaya kita makan dia pada hari ini, dan besok akan kita makan anakku laki-laki. Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya. ”…. ” (II Raja-Raja 6:28-29)

Penjelasan

Menurut Alkitab, suatu kelaparan yang mengerikan terjadi di Samaria dimana dalam keadaan putus asa, orang-orang makan apapun juga yang bisa mereka dapatkan. Memekan seorang putra secara kanibalistik bisa mereka dapatkan. Memakan seorang putra secara kanibalistik bisa jadi memberi gizi yang cukup bagi seorang ibu, namun hal itu tidak cocok dengan sifat manusia untuk menjelaskan apakah anak itu sudah meninggal atau apakah orang tuanya bebas membunuhnya untuk keperluan makanan, contoh yang sera mini berlawanan dengan sifat manusia.

Jauh sebelum adanya Alkitab atau bahasa tulisan, manusia telah berkembang sebagai binatang sosial yang perlu melindungi keturunan mereka. Hanya tuntutan dogmatis dari sistem kepercayaan yang bisa menggantikan naluri-anluri alami manusia. Pembaca-pembaca Alkitab yang mungkin suatu hari mengalami kelaparan hebat diharapkan jangan sampai menumbangkan naluri alami mereka untuk mengikuti contoh yang mengerikan di dalam Kitab Suci tersebut. Saya sarankan apabila anda tidak bisa mengendalikan kepercayaan Anda untuk memakan anak-anak Anda, korbankan pendeta Anda dan makanlah dia sebagai gantinya; cara yang Anda memperoleh itu jauh lebih memberi protein kepadamu dan anak-anakmu, dan ketika Anda berdoa, Anda akan mempunyai seseorang yang benar-benar berterima kasih atas makanan yang Anda berikan.

9. Perlihatkan Buah Dadanya!

“Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, demikian firman TUHAN semesta alam; Aku akan mengangkat ujung kainmu sampai ke mukamu dan akan memperlihatkan auratmu kepada bangsa-bangsa dan kemaluanmu kepada kerajaan-kerajaan. Aku akan melemparkan barang keji ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. ” (Nahum 3:5-6)

Penjelasan

Sebagian orang mengira ayat-ayat ini menggambarkan seorang penyair yang cerdas. Jika menilai seperti demikian, hal itu hanya berasal dari semangat dan ketajamannya. Tetapi ayat itu juga menggambarkan ketidaksopanan dan kebencian, bahkan bermaksud menentang persundalan di kota Nineveh.

Beberapa sarjana hari ini percaya, bahwa ayat tersebut dikutip langsung dari Tuhan. Tetapi seorang fundamentalis yang percaya kepada tiap-tiap kata dari Alkitab, harus pula menerima kata-kata ini sebagai firman Tuhan. Jika demikian, lalu bagaimana mungkin seseorang tidak bisa melihat Tuhan dalam cahaya carut yang kejam?

“Barang keji” di sini mengacu pada tahi hewan. (Lihat juga Maleakhi 2:3 dimana Tuhan berfirman “Aku …akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu)

10. Orgasme yang Terputus

“Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN maka TUHAN membunuh dia. Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu. ”Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. ” (Kejadian 38:7-10)

Penjelasan

Istilah “onani” dari nama Onan, mengalami perubahan makna menjadi masturbasi yang dihakimi serupa buruknya dengan sodomi, suatu pengertian yang jauh dari penggunaan aslinya.

Berbagai kamus mendefinisikan onani sebagai “masturbasi” kaum laki-laki” atau “persenggamaan yang terputus”. Menurut penafsiran Alkitab, Onan mengangkat penisnya dari liang vagina partnernya [Tamar, isteri kakaknya] sebelum dia mengalami ejakulasi agar air maninya jatuh ke tanah. Tuhan sangat murka dengan perbuatan Onan menumpahkan spermanya keluar ini dan Dia membunuhnya! Onani juga telah menerima suatu definisi lain dengan “pencemaran diri” yang telah menyebabkan kesengsaraan sepanjang abad. Tuhan membunuh Onan, bukan karena akan menghamili isteri kakaknya –dengan begitu bisa memperpanjang garis keturunannya, melainkan lebih disebabkan Onan memilih untuk menyela persenggamaannya sebelum dia bisa menghamili Tamar. Onan mempunyai suatu alasan logis untuk berbuat demikian, salah seorang dari mereka yang mengikuti Hukum Yahudi di masa lampau. Pada masa-masa Alkitab seorang anak yang dilahirkan oleh isteri anak sulung yang sudah meninggal tidak dapat mewarisi -dan jika isterinya tidak mempunyai anak, kerabat pasangannya yang sudah meninggal menjadi sang bapak- kekuasaan akhirnya diberikan kepada anak yang kedua. Onan bersikeras untuk menghilangkan tujuan besar itu sekalipun dia mentaati perintah bapaknya. Onan telah diminta bapaknya untuk menikahi isteri saudaranya, dengan begitu mengalihkan harta milik isteri kakaknya kepadanya, dia tentu tidak diragukan akan melakukannya. Kemudian akan menghasilkan anak darinya, secara fisikal dan juga secara legal.

Sebagi gantinya dikenalilah persenggamaan terputus yang jarang dilakukan dalam berhubungan seks, hal itu dipahami sebagai bentuk apapun dari perangsangan-diri yang menghasilkan orgasme, dan perbutan yang sifatnya lain sepenuhnya. Onani kemudian berarti suatu perbuatan dosa berupa masturbasi! Hal ini menghasilkan suatu kesan umum yang buruk tentang masturbasi sekalipun dalam kepercayaan-kepercayaan sekuler. Banyak orang tua, misalnya, berkata kepada anaknya untuk tidak melakukan masturbasi karena takut mengakibatkan kebutaan.

11. Pembuangan Tahi

“Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajad, haruslah engkau menggali lobang dengan itu dan menimbuni kotoranmu. Sebab TUHAN Allahmu, berjalan dari tengah-tengah perkemahanmu untuk melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu haruslah perkemahanmu itu kudus, supaya janganlah Ia melihat sesuatu yang tidak senonoh di antaramu, lalu berbalik dari padamu. ” (Ulangan 23:13-14)

Penjelasan

Ayat-ayat tersebut menuntut kita untuk mempercayai,bahwa Tuhan mempunyai perhatian kepada pembuangan tahi yang sembarangan di luar perkemahan militer karena Tuhan secara pribadi ingin berjalan-jalan ke dalam perkemahan. Sungguh demikian? !

12. Tuhan Memberikan Borok-borok

“TUHAN akan menghajar engkau dengan barah Mesir, dengan borok, dengan kedal dan kudis, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh. ”

(Ulangan 28:27)

“Tangan TUHAN menekan orang-orang Asdod itu dengan berat dan Ia membingungkan mereka;Ia menghajar mereka dengan borok-borok, baik Asdod maupun daerahnya. ” (I Samuel 5:6) 

“Tetapi setelah mereka memindahkannya, maka tangan TUHAN mendatangkan kegemparan yang sangat besar atas kota itu;Ia menghajar orang-orang kota itu, anak-anak dan orang dewasa, sehingga timbul borok-borok pada mereka. ” (I Samuel 5:9)

Penjelasan

Ketika orang Israel suka menentang rencana Tuhan, Ia mengancam mereka dengan sejenis wabah: “borok” atau diistilahkan sekarang ini dengan “wasir”.

Tidak mengherankan mengapa sangat banyak orang ateis menganggap Tuhan sebagai suatu penyakit pada keledai. Akan tetapi, umat Kristen dan Yahudi mengembangkan wasir pula. Jika Anda sudah mengembangkan wasir, maka Anda dapat mempercayai Alkitab yang di dalamnya Tuhan menganggap Anda musuh.

13. Penyakit Usus Besar dari Tuhan

“TUHAN akan mendatangkan tulah besar atas rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua harta milikmu. Dan engkau sendiri akan menderita penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, hingga selang beberapa waktu ususmu keluar oleh karena penyakit itu. ” (II Tawarikh 21:14-15)

“Setelah semuanya ini TUHAN meludahinya dengan penyakit usus yang tidak dapat sembuh. Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat, rakyatnya tidak api menyalakan seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. ” (II Tawarikh 21:18-19)

Penjelasan

Di antara banyak kejadian dalam Alkitab di mana Tuhan menghantam atau mendatangkan tulah, tidak hanya kepada orang laki-laki,tetapi semua orang termasuk kaum perempuan dan anak-anak.

Mengapa Tuhan memperlihatkan diri-Nya sendiri dengan memberi suatu penyakit usus yang kejam yang tak dapat disembuhkan di mana isi perut orang yang terkena penyakit itu tumpah ke luar dari perutnya,melampui kesopanan dan pengertian manusia.

14. Jimat Kotoran Tuhan

“Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk, dan Aku telah membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan. Sesungguhnya, Aku akan mematahkan kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu. ” (Maleakhi 2:2-3)

Penjelasan

Yang mengejutkan Tuhan kelihatannya mempunyai suatu jimat kotoran. Perintah yang di beritahukan oleh Tuhan kepada para pendeta ini memberi contoh dari ancaman setani tentang kutukan yang Dia lihat menyenangkan. Apa yang sebaiknya dipikirkan seseorang tentang Tuhan yang melemparkan tahi ke wajah makhluk-Nya? Ketidak-sopanan seperti ini susah dapat memberi contoh yang baik akan akhlak yang luhur.

15. Telanjang dengan Meraung dan Meratap

“Karena inilah aku hendak berkeluh kesah dan meratap, hendak berjalan dengan tidak berkasut dan telanjang, hendak melolong seperti serigala dan meraung seperti burung unta. ” (Mikha 1:8)

Penjelasan

Nabi-nabi kecil merasa dipengaruhi Yesaya dan kata-kata Mikha ini menunjukkan bahwa ia akan meniru tindakan bertelanjang Yesaya sebagai suatu bukti untuk nubuatnya.

Bayangkan di dalam pikiran Anda seorang laki-laki religius melepaskan pakaiannya dan lari berputar-putar dengan keadaan telanjang dan bernubuat di muka unum, meratap dan melolong sekuat-kuatnya. Tidak diragukan lagi polisi akan menangkapnya, sementara itu warga masyarakat menatapnya dengan kebingungan. Hal ini hanya memperlihatkan betapa jauhnya kita sudah merendahkan diri kita sendiri dan merendahkan tubuh kita sebagai hal yang memalukan. (Lihat Yesaya 20:2-4)

Thursday, April 25, 2013

AGAMA YANG DITERIMA TUHAN HANYA ISLAM

QS.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka SEKALI-KALI TIDAKLAH KAN DITERIMA DARINYA, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

QS.3 Ali Imran:19. Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH Islam.

QS.3 Ali Imran:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

QS.2 Baqarah:132 ..."Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

Monday, April 22, 2013

JESUS TERBUKTI DI SUNAT

Salah satu ajaran yang hilang dari umat Christiani itu ialah BER-KHATAN / BER-SUNAT.
Banyak sekali & hampir semua pria umat christian tak mengamalkan KHATAN / SUNAT.
Padahal ini diajarkan dalam alkitab yang ditangan mereka. kami tak asal bicara saja, semua harus ada bukti, dan bukti terkuat ialah kitab.

السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Ini adalah posting nomor 21 dari group ITB 1, diedit dengan PENAMBAHAN-PENAMBAHAN BARU yang lebih lengkap oleh Hamba Allah, admin www.islamterbuktibenar.net

DAN JESUS PUN TERBUKTI DI-SUNAT,,, TUHAN KOK DISUNAT?

Kejadian 17:7. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi PERJANJIAN YANG KEKAL , supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untok selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."

17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau HARUS MEMEGANG PERJANJIAN-KU , engkau dan KETURUNANMU TURUN-TEMURUN .

17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang HARUS kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu SERTA KETURUNANMU , yaitu setiap laki-laki di antara kamu HARUS DISUNAT.

17:11 HARUSLAH DIKERAT KULIT KHATANMU dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

17:12 Anak yang berumur delapan hari HARUSLAH DISUNAT , yakni SETIAP LAKI-LAKI di antara kamu, TURUN-TEMURUN : baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

17:13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang HARUS DISUNAT ; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi PERJANJIAN YANG KEKAL .

17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu HARUS DILENYAPKAN dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah MENGINGKARI perjanjian-Ku."

Dan memang para Nabi pun berkhatan & mengikuti PERJANJIAN KEKAL ini, sekali lagi, kami tak asal bicara, semua harus ada bukti:

Nabi Ibrahim AS & Nabi Ismail AS bersunat

Kejadian 17:26 Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat.

Nabi Ishak AS bersunat

Kejadian 21:4 Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.

Nabi Yosua (Nabi kecil dari Bani Israel) menuruti perintah Sunat

Yosua 5:7 Tetapi anak-anak mereka yang telah dijadikan-Nya ganti mereka, mereka itulah yang disunat Yosua, sebab mereka belum bersunat, karena mereka tidak disunat dalam perjalanan.

Nabi Yesaya menuruti Sunat, Tak bersunat ialah Najis

Yesaya 52:1. Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang TAK BERSUNAT atau YANG NAJIS akan masuk lagi ke dalammu.

Nabi Yeremia memerintahkan Sunat

Yeremia 4:4 Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!"

Nabi Yehezkiel, tak bersunat ialah najis

Yehezkiel 44:7 yang membiarkan orang-orang asing, yaitu orang-orang yang tidak bersunat hatinya maupun dagingnya masuk dalam tempat kudus-Ku dan dengan kehadirannya mereka menajiskannya waktu kamu mempersembahkan santapan-Ku, yaitu lemak dan darah. Dengan berbuat begitu kamu lebih mengingkari perjanjian-Ku dari pada dengan segala perbuatanmu yang keji yang sudah-sudah.

Mungkin paderi/pendeta bicara itu tak benar karena ayat itu adanya dalam Old Testament/Perjanjian Lama/"Taurot" yang sudah tak berlaku.

Kalo begitu, mari kita lihat pulak ayat dalam "Injil" / Perjanjian Baru / New Testament.

Semua lelaki wajib sunat

Kisah 15:5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi HARUS DISUNAT dan DIWAJIBKAN untok menuruti hukum Musa ."

Nabi Yohanes pun disunat (Nabi Yahya AS)

Lukas 1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,

1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."

Jesus pun disunat

Lukas 2:21. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Dari Semua Ayat-ayat diatas, dapat diambil beberapa kesimpulan:
1. Khatan ialah Perjanjian KEKAL SELAMANYA.
2. Khatan berlaku TURUN-TEMURUN
3. Khatan itu HARUS & WAJIB kepada semua laki-laki
4. Khatan itu DIKERAT KULIT KHATAN, bukan khatan hati
5. Jika melanggar maka harus DILENYAPKAN dari muka bumi
6. Jesus TIDAK menghapus hokum Taurat & Kitab Para Nabi
7. Umat Kristen melanggar perintah Jesus karena menghapuskan Taurat & Kitab Para Nabi
8. Umat Kristen menghina & mengganggap Taurat & Kitab para Nabi sudah kuno & ketinggalan jaman dengan mengatakan Perjanjian LAMA (KUNO)
9. Umat Kristen tidak taat pada Nabi Isa karena tidak mengikuti Sunat yang dicontohkan Nabi Isa

Ajaran dari ALLAH yang dilaksanakan oleh SEMUA para nabi terdahulu & SEMUA laki-laki terdahulu dihilangkan oleh christian berdasarkan ayat:

Surat Paulus yang Pertama pada Jemaat di Galatia 6:15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

Dengan hujjah ayat diatas lah, Perjanjian Sunat YANG KEKAL SELAMANYA yang ditaati seluroh Nabi & jelas ramai tertulis dalam Kitab "Suci" dikhianati oleh mereka.

Dan terbukti mereka mengkhianati PERJANJIAN KEKAL SELAMANYA yang ditaati oleh Jesus sendiri. Kalau pun ada ummat christiani yang berkhatan, maka kebanyakan bukan karena taat hukum taurot, tapi karena tujuan kesihatan.

Tapi jika ada ummat christiani yang berkhatan, atau orang murtadin kafir sudah berkhatan & masok christian, maka tidak akan diselamatkan oleh Jesus. Ini bukan kami yang bicara, tapi Paulus:

Galatia 5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus SAMA SEKALI TIDAK AKAN BERGUNA BAGIMU.

Maknanya orang christian yang berkhatan, maka tidak akan diselamatkan oleh Jesus. Jadi bagi yang ingin diselamatkan oleh kristus, maka ada baiknya mereka mengambil kembali kulit khatan yang telah dipotong, lalu dibawa ke Hospital / Doktor untok dijahit / disambung seperti semula supaya Jesus dapat berguna seperti ayat Galatia Pasal 5 ayat 2 diatas.

Tapi, kami heran, jika paulus bicara Kristus tak berguna bagi orang yang dikhatan, lalu apa sebabnya dia bersunat pula?

Paulus pun bersunat

Filipi 3:4. Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:

3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,

Dan TERBUKTI jika Nabi Isa pun sesungguhnya mengajarkan SUNAT kepada ummatnya, tapi ajaran itu telah dihilangkan oleh gereja.

TERBUKTI NYATA:
Nabi Ibrahim di-sunat 
Nabi Ismail di-sunat 
Nabi Ishak di-sunat 
Nabi Yoshua di-sunat 
Nabi Yesaya di-sunat 
Nabi Yeremia di-sunat 
Nabi Yehezkiel di-sunat 
Nabi Isa pun di-sunat 
Bahkan,,, Paulus pun di-sunat

Anehnya,,, Yang ngaku umatnya kok ga disunat?
Yang lebih aneh, Paulus melarang, tapi mengapa ikut disunat?
Dan yang paling aneh, "TUHAN" kok punya ... maaf... kemaluan yang disunat?
Dan aneh diatas aneh,,, Umat kristen masih saja menolak, mengingkari
Beralasan macam-macam MENURUT PENDAPAT PRIBADI TANPA BUKTI .

JIKA MEREKA TIDAK MEMPERCAYAI KITAB, MAKA MEREKA TIDAK AKAN PERNAH PERCAYA MUKJIZAT APAPUN MESKI DITURUNKAN MALAIKAT DIDEPANNYA ATAU DIBANGKITAN ORANG YANG SUDAH MATI.

Lukas 16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,

16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Dari ayat ”Injil” Bibel Perjanjian Baru jelas tertulis jika mereka menolak ayat-ayat ”Taurat” yang diberikan pada Nabi Musa & Kitab-kitab para Nabi, maka mereka tidak akan percaya sekalipun dibangkitkan orang mati yang sudah mengetahui agama yang benar.

Hal ini, bahwa kitab suci ialah BUKTI TERKUAT KEBENARAN SEBUAH AGAMA, didukung baik oleh Qur’anul kariim maupun alkitab Kristen.

QS.41 Fushshilat:53. KAMI akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, HINGGA JELAS BAGI MEREKA BAHWA AL-QUR'AN ITU ADALAH BENAR . Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? 

QS.7 A’raaf: 203. Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Quran kepada mereka, mereka berkata: "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. AL-QURAN INI ADALAH BUKTI-BUKTI YANG NYATA DARI TUHANMU , petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

 QS.20 Thaahaa:133. Dan mereka berkata: "Mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari Tuhannya?" Dan apakah belum datang kepada mereka BUKTI YANG NYATA DARI APA YANG TERSEBUT DALAM KITAB-KITAB TERDAHULU?

Kesimpulannya, bukti terkuat sebuah agama ialah dari KITABNYA... Karena kitab diakui dari TUHAN, perkataan TUHAN, jika memang benar & masih murni dari TUHAN, maka tidak boleh ada kesalahan sedikitpun didalamnya.

 Dan kini, ajaran sunat yang telah hilang itu, dimurnikan kembali oleh ALLAH dengan datangnya ISLAM Rahmatan Lil'Alamiin, Rahmat bagi Semesta Alam.

Kami berani mengatakan sunat itu benar karena ada buktinya…
Tidak asal bicara, ada buktinya...
Puluhan ayat sudah kami bahas diatas Tapi mereka, Jika mengatakan sunat itu salah... Mana buktinya?
Mana ayatnya?
Jika Jesus saja bersunat... mengapa ummatnya tidak?
Mengapa khianati Jesus & menuruti Paulus?
Sementara Paulus sendiri saja disunat… Ingin ikut Jesus atau ingin ikut Paulus?

Yohanes 14:15. "Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahku.

1 lagi persoalan... Dan ini berdasar ayat:

Lukas 2:21. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Dari ayat diatas dapat ditarik kesimpulan:
1. Mungkinkah Tuhan disunat?
2. Mungkinkah disunat tapi tidak memiliki... maaf... zakar?
3. Jika tidak mungkin.... dan pasti memiliki zakar... tapi Mungkinkah Tuhan memiliki kemaluan???
4. Dapatkah pisau sunat melukai “Tuhan”? & Memotong bagian tubuh “Tuhan”?

Maaf, kami tak hina Nabi Isa, karena ia ialah termasuk Nabi mulia umat Islam.

Tapi disini yang kami gugat ialah soal gelar "TUHAN" yang diberikan pada Nabi Isa.

Mungkinkah Tuhan memiliki kemaluan???
Mungkinkah kemaluan Tuhan disunat???
Ini yang kami pertanyakan!

Dan kami bicara seperti ini bukan menurut hati, tetapi selalu berdasar kitab yaitu:
Lukas 2:21. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

 Jadi jangan marah pada kami, tapi marahlah kepada kitab, mengapa kitab menulis TUHAN DISUNAT ? Sebaiknya dihapus saja ayat itu & ditukar dengan: TUHAN TIDAK PERNAH DISUNAT atau JESUS TIDAK PERNAH DISUNAT KARENA IA TUHAN.

Jika ada yang melanggar PERJANJIAN KEKAL tentang khatan / sunat ini, maka ancamannya lagi lebih kejam dari hukuman pejabat yang Korupsi karena pelanggar hukum sunat ini HARUS dihukum mati!

Kejadian 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu HARUS DILENYAPKAN dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah MENGINGKARI perjanjian-Ku."

Jadi, ada baiknya lelaki dari ummat christian bersunat Tak usah malu karena Nabi Ibrahim pun bersunat ketika sudah tua
 Jadi,,, 1 bukti lagi... ISLAM TERBUKTI BENAR....

Qs.3 Ali Imran:85 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka SEKALI-KALI TIDAK AKAN DITERIMA daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi

Qs.3 Ali Imran:19 Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya

Tak sempurna iman seorang muslim sehingga ia mencintai muslim lain seperti mencintai diri sendiri. Salah satu bentuk cinta ini ialah Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Dan kemunkaran yang banyak terjadi masa ini ialah banyak orang disekitar kita berkata "Semua agama itu baik", "Semua agama itu benar", "Semua agama sama", "Semua agama masuk surga", "Semua agama dari TUHAN".

Betulkah ISLAM yang mulia ini disamakan dengan agama-agama lain???
Kita harus BUKTIKAN cuma Islam saja yang benar.
Dakwahkanlah meski cuma 1 ayat shaja, mulakan dari saudara & rakan2 sekitar kita. Biar cuma secuil 1 ayat tapi disampaikan, lebih baik daripada banyak ilmu tapi cuma untuk diri sendiri.

APA BUKTI ISLAM BENAR?
Sangat penting untuk ribuan new member yang join tiap hari, tolong klik:

http://islamterbuktibenar.net/?pg=custom&id=4535

atau

www.facebook.com/Islam.TBUKTI.Benar?v=info

Untuk posting hari-hari lalu, silahkan klik: www.islamterbuktibenar.NET

MENYAMPAIKAN IALAH KEWAJIBAN KITA SEMUA
Qs.3:20 KEWAJIBAN kamu hanyalah menyampaikan
Qs.42:48 KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan
Qs.16:82 KEWAJIBAN yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan
QS.8:38 KATAKANLAH PADA ORANG-ORANG KAFIR ITU…
Qs.16:125 SERULAH pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik
Qs.5:92 KEWAJIBAN Rasul Kami, hanyalah menyampaikan dengan terang
Qs.64:12 KEWAJIBAN Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan terang

TOLONG DISEBARKAN, dengan klik BAGIKAN / SHARE / KONGSI dibawah gambar / note agar rekan & saudara lain pun ikut tahu jika ISLAM satu-satunya yang TERBUKTI BENAR...

MARI KITA SALING INGAT MENGINGATI SESAMA INSAN AGAR LEBIH BANYAK LAGI SAUDARA KITA YANG TAHU JIKA CUMA ISLAM SAJA SATU-SATUNYA AGAMA YANG TERBUKTI BENAR.

Saturday, February 2, 2013

Jarak safar yang membolehkan qashar dan niat mukim lebih dari empat hari

Apa pendapat syaikh tentang perjalanan yang dibolehkan untuk mengqashar shalat, apakah ditentukan berdasarkan jarak tertentu? Dan apa pendapat syaikh tentang orang yang niat untuk menetap dalam perjalanannya lebih dari empat hari, apakah ada keringanan baginya untuk mengqashar shalatnya?

Jawab: Jumhur ulama berpendapat bahwa shalat yang karenanya boleh mengqashar shalat ditentukan, yaitu sehari semalam perjalanan unta dan perjalanan kaki dalam sebuah perjalanan normal atau sekitar 80 km, karena umum diketahui bahwa (orang yang menempuh) jarak tersebut disebut safar dan tidak demikian halnya jika kurang dari itu. Jumhur juga berpendapat bahwa siapa yang berniat untuk menetap lebih dari empat hari maka wajib baginya untuk menyempurnakan shalatnya dan melakukan puasa pada bulan Ramadhan. Sedangkan jika jarak yang ditempuh lebih pendek dari itu maka boleh baginya untuk melakukan jama’ dan qashar shalat dan tidak berpuasa karena asal hukum bagi orang yang menetap adalah menyempurnakan shalat, sedang qashar shalat disyariatkan jika dia benar-benar menempuh perjalanan. Terdapat riwayat dari Rasulullah SAW: “Bahwa dia menetap dalam haji Wada’ empat hari lamanya, mengqashar shalat, kemudian berangkat ke Mina dan Arafat”, hal tersebut menunjukkan bolehnya qashar shalat bagi orang yang berniat untuk menetap selama empat hari atau kurang. Adapun menetapnya Rasulullah SAW selama sembilan belas hari pada ‘Aamul Fath (tahun terjadinya penaklukan kota Makkah) di Makkah dan dua puluh hari di Tabuk, diperkirakan bahwa beliau tidak menetap

Kapan musafir boleh melakukan jama’ dan qashar

Jika masuk satu waktu sedang dia masih berada di tempatnya, kemudian berangkat safar sebelum melaksanakan shalat apakah boleh baginya untuk melakukan qashar dan jama’ atau tidak? Begitu juga halnya jika seseorang -misalnya- shalat Zuhur dan Ashar dengan qashar dan jama’ kemudian sampai ke kampungnya dalam waktu Ashar apakah tindakannya tersebut dibenarkan sedangkan dia tahu saat melakukan qashar dan jama tersebut, bahwa dia akan tiba di kampungnya pada waktu Ashar?

Jawab: Bagi seorang musafir yang masih berada di kampungnya sendiri sedangkan waktu shalat sudah masuk, kemudian dia berangkat sebelum shalat, maka disyariatkan baginya untuk melakukan qashar shalat jika dia telah meninggalkan perkampungan tersebut menurut pendapat yang lebih kuat dari dua pendapat ulama dan itu adalah pendapat jumhur.

Dan jika dia melakukan jama’ dan qashar shalat dalam perjalanan kemudian tiba di kampungnya sebelum masuknya waktu yang kedua atau saat waktu yang kedua, tidak diharuskan baginya untuk mengulanginya karena dia telah melaksanakan shalat berdasarkan tuntunan syar’i, dan jika dia ikut shalat bersama orang lain maka shalatnya bernilai sunat.

Qashar dan Jama’ bagi musafir

JAMA’ DAN QASHAR SHALAT

Sebagian orang ada yang menyangka bahwa jama’ dan qashar shalat merupakan dua hal yang harus selalu beriringan. Tidak boleh qashar kalau tidak jama’ dan tidak boleh jama’ kalau tidak qashar, apa pendapat syaikh tentang masalah ini?

Apakah yang lebih utama bagi seorang musafir untuk melakukan qashar tanpa jama’, atau qashar dan jama’?

Jawab: Bagi siapa yang dibolehkan baginya untuk mengqashar shalatnya yaitu musafir, maka boleh baginya untuk menjama’, akan tetapi tidak harus selalu dilakukan keduanya, maka boleh baginya untuk mengqashar shalat tanpa jama’. Dan meninggalkan jama’ lebih utama jika dia menetap dan tidak bergerak sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW,  di Mina saat menunaikan haji wada’, dia melakukan qashar shalat tapi tidak jama’, sedangkan saat perang Tabuk beliau mengqashar shalat dan menjama’. Hal tersebut menunjukkan bahwa masalah ini luwes. Maka Rasulullah SAW melakukan qashar dan jama’ jika sedang dalam perjalanan dan tidak menetap di satu tempat.

Adapun jama’, perkaranya lebih luas lagi, karena boleh dilakukan oleh orang sakit, boleh juga bagi kaum muslimin yang sedang berada didalam masjid saat turunnya hujan antara maghrib dan Isya dan antara Zuhur dan Ashar tetapi tidak boleh bagi mereka untuk mengqashar shalatnya, karena qashar shalat hanya berlaku bagi musafir.

Sunday, September 30, 2012

Sujud sahwi bagi makmum dan yang masbuq

Jika makmum masbuq lupa apakah dia melakukan sujud sahwi ? Dan kapan sujud tersebut dilakukan ? Dan apakah bagi makmum melakukan sujud sahwi jika dia lupa ?

Jawab : Makmum tidak perlu melakukan sujud sahwi jika dia lupa, cukup baginya mengikuti imamnya jika dia ikut bersamanya sejak awal shalat, adapun makmum masbuq jika lupa maka dia harus sujud sahwi, bersama imam atau seorang diri saat dia meneruskan shalat sesuai keterangan terdahulu dalam dua jawaban no: 58 dan 59.

Saturday, September 29, 2012

Waktu Pelaksanaan Sujud Sahwi

Sebagian imam melakukan sujud sahwi setelah salam, dan sebagian lainnya sujud sebelum salam dan sebagian lainnya sujud sekali sebelum salam dan sekali lagi setelah salam. Kapankah waktu pelaksanaan sujud sahwi yang sebenarnya ? Dan kapan dibolehkan untuk dilakukan sesudahnya ? Dan apakah penentuan sujud sebelum salam atau sesudahnya sebagai sesuatu yang sunnah atau wajib ?

Jawab : Dalam hal ini permasalahannya luas, kedua cara tersebut dapat digunakan baik yang sebelum salam atau sesudahnya karena hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW menunjukkan hal tersebut, akan tetapi yang lebih utama melakukan sujud sahwi sebelum salam, kecuali dalam dua kondisi :

a. Jika dia melakukan salam dan ternyata masih kurang serakaat atau lebih. Maka lebih utama baginya jika melakukan sujud sahwi setelah menyempurnakan shalat dan mengucapkan salam, untuk mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam masalah tersebut. Karena Rasulullah SAW tatkala selesai salam dan ternyata shalatnya masih kurang dua rakaat dalam hadits Abi Hurairah dan serakaat dalam hadits Imran bin Hushain, maka dia melakukan sujud sahwi setelah menyempurnakan shalatnya dan melakukan salam.

Jika orang yang shalat ragu apakah tiga rakaat atau empat rakaat

SUJUD SAHWI

Jika seorang yang shalat ragu : Apakah dia shalat tiga rakaat atau empat rakaat, apa yang harus dia lakukan ?

Jawab : Yang wajib baginya saat ragu adalah berpedoman kepada yang diyakininya yaitu yang lebih sedikit. Jika masalahnya seperti contoh di atas maka dia memilih yang ketiga dan kemudian menyempurnakan rakaat yang keempatnya dan kemudian melakukan sujud sahwi setelah itu salam, berdasarkan hadits Rasulullah SAW :
“ Jika salah seorang di antara kalian ragu dan tidak tahu berapa rakaat dia telah melakukan shalat, apakah tiga rakaat atau empat rakaat, maka hendaklah dia membuang keraguannya dan berpedoman dengan yang diyakininya kemudian sujud dua kali sebelum salam, jika (ternyata) dia shalat lima rakaat maka dia menggenapkannya dan jika (ternyata) rakaatnya tepat maka itu adalah pukulan bagi syaitan “ (Riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya dari Hadits Abi Said Al-Khudri).

Friday, September 28, 2012

Letak makmum dari imamnya jika dia seorang diri

Sebagaimana umum diketahui bahwa tempat makmum jika dia sendirian adalah dibelakang imam. Apakah disyariatkan baginya untuk mundur sedikit sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang ?

Jawab : Disyariatkan bagi makmum jika dia seorang diri untuk berada disisi kanan imam dalam posisi sejajar dan tidak terdapat dalil syar’i yang menunjukkan selain itu.


Thursday, September 27, 2012

Imam yang melakukan beberapa maksiat yang nyata

Apa hukumnya jika imam ternyata adalah orang yang suka berbuat maksiat seperti merokok atau mencukur janggut atau menjulurkan pakaiannya hingga ke bawah tumitnya (isbal) atau yang semacamnya ?

Jawab : Shalatnya sah jika dia melakukannya sebagaimana yang Allah syari’atkan berdasarkan kesepakatan para ulama, demikian juga halnya bagi orang yang shalat di belakangnya menurut pendapat yang lebih kuat diantara dua pendapat para ulama.

Sedangkan orang kafir maka tidaklah sah shalatnya dan shalat orang yang ada dibelakangnya karena tidak adanya syarat yang ada padanya yaitu Islam.

Wednesday, September 26, 2012

Shalatnya imam bersama jamaah tanpa berwudhu karena lupa

Seorang imam shalat dengan jamaahnya tanpa wudhu karena lupa. Apa hukum shalat tersebut pada tiga perkara ini :

1. Jika dia ingat dipertengahan shalat. 
2. Jika dia ingat setelah salam dan sebelum bubarnya jamaah. 
3. Jika dia ingat setelah bubarnya jamaah.

Jawab : Jika dia tidak ingat kecuali setelah salam, maka shalat bagi jamaahnya sah dan mereka tidak perlu mengulanginya, sedangkan imam, dia harus mengulanginya.

Adapun jika ingatnya dipertengahan shalat maka hendaknya dia menunjuk seseorang untuk menjadi imam meneruskan shalat menurut salah satu pendapat yang paling kuat diantara dua pendapat ulama berdasarkan kisah Umar tatkala dirinya ditikam maka dia menunjuk Abdurrahman bin Auf yang kemudian menjadi imam meneruskan shalat dan tidak mengulanginya dari awal.

Saturday, September 22, 2012

Shalatnya makmum masbuq bersama imam yang menambah shalatnya satu rakaat

Jika makmum masbuq ikut bersama imam dan shalat bersamanya dua rakaat, kemudian setelah itu ternyata imam shalat dengan lima rakaat, apakah satu rakaat tambahan itu dapat dihitung menjadi rakaatnya sehingga dia hanya perlu menambah dua rakaat saja atau tidak dihitung sehingga dia harus menambah tiga rakaat ?

Jawab : Yang benar adalah bahwa rakaat (tambahan) tersebut tidak dihitung, karena tidak berlaku dalam hukum syar’i, maka seharusnya tidak perlu mengikuti imam pada rakaat tersebut bagi siapa yang tahu bahwa rakaat tersebut adalah tambahan dan bagi makmum untuk tidak menjadikannya sebagai rakaatnya.

Berkaitan dengan masalah yang ditanyakan, maka wajib baginya untuk mengqadha tiga rakaat, karena pada hakikatnya dia hanya mendapatkan satu rakaat saja.

Friday, September 21, 2012

Mencukupkan sekali salam dalam shalat

Seseorang menjadi imam kami dalam shalat, kemudian dia melakukan salam sekali saja. Apakah boleh melakukan salam sekali saja? Adakah riwayat dalam sunnah berkaitan dengan hal tersebut?

Jawab: Jumhur ulama berpendapat bahwa satu salam cukup sebagai sahnya shalat, karena terdapat beberapa riwayat yang menunjukkan hal tersebut, dan sejumlah ulama ada yang berpendapat bahwa salam harus dilakukan dua kali karena adanya hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah berkaitan dengan hal tersebut, dan berdasarkan hadits Rasulullah :
“ Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat “ (Riwayat Bukhari dalam Shahihnya).

Dan inilah pendapat yang lebih benar.

Tuesday, September 18, 2012

Dua rakaat sunnah fajar setelah iqamah shalat

Kami memperhatikan sebagian orang saat masuk masjid untuk shalat fajar dan iqamat telah dilakukan, dia tetap shalat sunat fajar dua rakaat, setelah itu ikut imam, apakah hukumnya hal tersebut? Manakah yang utama antara shalat sunat fajar setelah shalat subuh langsung atau menunggu hingga terbitnya matahari?

Jawab : Tidak boleh bagi yang masjid sementara iqamat sudah dilakukan untuk melakukan shalat rawatib atau tahiyyatul masjid, justru yang wajib baginya adalah ikut shalat bersama imam berdasarkan hadits Rasulullah :
“Jika iqamat telah dilaksanakan, maka tidak ada shalat kecuali shalat fardhu “ (Riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya)

Hadits ini berlaku umum, untuk shalat Fajar dan yang lainnya, kemudian setelah itu dia boleh memilih, apakah shalat sunat rawatib langsung setelah selesai shalat fardhu atau menundanya hingga matahari meninggi dan itulah yang lebih utama, karena terdapat riwayat yang shahih dari Rasulullah yang menunjukkan keduanya.